Mahasiswa DKV UNIBI Berpartisipasi Dalam Kompetisi Desain Kemasan Augmented Reality (AR) Pertama Di Indonesia
Diunggah 10 Agustus 2026
Bandung, 10 Agustus 2026
Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam mempersiapkan lulusan yang siap terjun ke dunia industri melalui partisipasinya dalam Nusantara Packaging Experience Awards (NPEA) 2026, kompetisi desain kemasan mahasiswa nasional pertama di Indonesia yang memberdayakan mahasiswa untuk menghadirkan kemasan dan storytelling melalui Augmented Reality (AR). Diselenggarakan oleh HOVARLAY, NPEA 2026 mempertemukan peserta dari lebih dari 40 universitas dan politeknik di seluruh Indonesia, memberikan mahasiswa kesempatan untuk menerapkan kreativitas, keahlian teknis, dan kemampuan memecahkan masalah di panggung nasional. Partisipasi dalam NPEA 2026 mencerminkan komitmen berkelanjutan UNIBI dalam menghadirkan pengalaman belajar berkualitas tinggi yang membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan integritas untuk menjawab tantangan dunia nyata. Sebagai universitas pertama yang berwawasan entrepreneur di Indonesia, UNIBI mengusung visi menjadi Universitas unggul berbasis teknologi informasi dan entrepreneurship dalam membentuk lulusan berdaya saing tinggi, berintegritas, berkontribusi pada keberlanjutan dan berdampak. Melalui inisiatif ini, mahasiswa didorong untuk menerapkan integrasi teknologi, seni, dan kreativitas dalam mengembangkan solusi kemasan yang inovatif dan bernilai praktis. UNIBI terus berfokus pada penguatan inovasi, kolaborasi interdisipliner, serta mempersiapkan lulusan yang siap berkontribusi pada kemajuan industri kreatif dan teknologi Indonesia. Mengusung tema “Oleh-Oleh Nusantara” (Gifts of the Archipelago), mahasiswa diajak untuk memaknai ulang oleh-oleh sebagai lebih dari sekadar produk yang dijual. Tema ini berangkat dari sebuah fakta sederhana: lebih dari 17.000 pulau dan ratusan kelompok etnis di Indonesia masing-masing membawa tradisi, kuliner khas daerah, motif batik, dan karya kerajinan tangan dengan makna budaya dan sejarah yang jauh melampaui fungsinya sebagai buah tangan. Dalam banyak kasus, makna tersebut tertinggal di titik penjualan, pembeli membawa pulang produknya, tetapi tidak dengan ceritanya.
Melalui tantangan ini, mahasiswa UNIBI memiliki kesempatan untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Alih-alih memandang kemasan oleh-oleh hanya sebagai wadah, mereka didorong untuk merancang kemasan yang mampu bercerita. Dengan sekali scan melalui kode QR menggunakan ponsel, konsumen dapat mengenal kisah di balik oleh-oleh tersebut, memahami proses pembuatannya, hingga mengeksplorasi makna yang terkandung dalam motif maupun desain kemasannya. Pendekatan ini sejalan dengan perkembangan dunia kemasan dan branding, di mana kemasan yang bersifat statis mulai bertransformasi menjadi pengalaman yang interaktif, imersif, lebih menarik, mudah diingat, dan mudah dibagikan. Teknologi Augmented Reality (AR) menjadi salah satu pendorong utama perubahan tersebut. Bagi pelaku UMKM dan brand lokal Indonesia, teknologi ini membuka peluang untuk menciptakan diferensiasi produk sekaligus memperkenalkan kekayaan cerita lokal kepada audiens yang lebih luas, termasuk pasar global. Melalui NPEA 2026, mahasiswa UNIBI dibekali pengalaman untuk merancang solusi yang menjawab kebutuhan tersebut, menjadikan kemasan sebagai jembatan antara warisan budaya Indonesia dan pengalaman konsumen masa kini. Bagi UNIBI, partisipasi dalam NPEA 2026 bukan sekadar keterlibatan dalam kompetisi nasional. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk membangun portofolio yang siap bersaing di industri, serta memperoleh penilaian dari panel profesional internasional yang ahli di bidang kemasan, branding, dan Augmented Reality (AR), di antaranya Ariana Susanti (Business Development Director, Indonesian Packaging Federation), Muhammad Imaduddin (Co-Founder dan Managing Director DEIO, Sekretaris Jenderal Asosiasi Desainer Grafis Indonesia), Yulia Saksen (ASEAN Brand Internationalisation Advisor), William Berlian (Co-Founder, Waykambas Branding), serta Faddy Ravydera (Co-Founder dan Creative Director, SUKA STUDIO), dengan dukungan dari Surya Palacejaya, PIXELINDIE, Indonesia Retail Summit & Expo (diselenggarakan oleh Hippindo), dan International VR/AR Association (VRARA).
Ke depan, UNIBI akan terus mendorong mahasiswanya untuk berpartisipasi dalam kompetisi seperti NPEA 2026, di mana desain, teknologi, dan storytelling bertemu dengan standar industri yang sesungguhnya. Kami yakin pengalaman seperti ini akan terus membentuk lulusan yang siap memberikan kontribusi nyata dalam ekonomi kreatif dan digital Indonesia. Tentang Nusantara Packaging Experience Awards 2026 Nusantara Packaging Experience Awards (NPEA) 2026 adalah kompetisi desain kemasan mahasiswa nasional pertama di Indonesia yang memperkuat storytelling melalui Augmented Reality (AR). Diselenggarakan oleh HOVARLAY, kompetisi ini mempertemukan peserta dari lebih dari 40 universitas dan politeknik di seluruh Indonesia untuk mengeksplorasi bagaimana desain, branding, storytelling, dan teknologi imersif dapat menciptakan pengalaman konsumen yang lebih menarik sekaligus mempromosikan warisan budaya Indonesia. Tentang HOVARLAY HOVARLAY adalah perusahaan Marketing Technology (MarTech) yang berbasis di Singapura, yang mengubah touchpoint menjadi pengalaman digital interaktif. Melalui platform Augmented Reality (AR) berbasis web tanpa perlu mengunduh aplikasi dan tanpa koding (no-code), HOVARLAY memungkinkan brand mengubah kemasan produk, materi cetak, dan lingkungan fisik menjadi kanal interaktif yang memperkuat storytelling, menghasilkan data keterlibatan first-party, dan mempererat hubungan dengan pelanggan, tanpa mengharuskan konsumen mengunduh aplikasi.