Daftar Disini
Ask, Me!
Fakultas Kami

UNIBI menyediakan berbagai pilihan program studi yang tersebar di berbagai fakultas untuk mendukung pengembangan akademik dan profesional mahasiswa. Setiap fakultas dirancang untuk memberikan pendidikan yang komprehensif dan relevan dengan kebutuhan industri serta perkembangan ilmu pengetahuan global.

APA YANG BARU?

...
PRODI SISTEM INFORMASI UNIBI MENYONGSONG SEMESTER BARU DENGAN SEMANGAT “JADI TECHNOPRENEUR MASA DEPAN”

Dari Ide Menjadi Dampak: Membangun Generasi Sistem Informasi yang Adaptif, Inovatif, dan Berjiwa Entrepreneur Bandung, 1 September 2026 — Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknologi dan Informatika Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (UNIBI) mempersiapkan semester baru dengan membawa semangat baru dalam proses pembelajaran, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta penguatan budaya inovasi dan kewirausahaan berbasis teknologi. Mengusung semangat “Jadi Technopreneur Masa Depan: Dari Ide Menjadi Dampak”, Prodi Sistem Informasi UNIBI mendorong proses pendidikan yang tidak berhenti pada penguasaan teori dan teknologi, tetapi diarahkan pada kemampuan mahasiswa untuk mengidentifikasi masalah, melahirkan ide, membangun solusi digital, serta menghasilkan karya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha. Persiapan semester baru diawali melalui koordinasi dan konsolidasi akademik bersama para dosen. Kegiatan ini menjadi bagian penting untuk menyelaraskan proses pembelajaran, strategi pengajaran, pengembangan proyek mahasiswa, serta kebutuhan kompetensi di tengah perubahan teknologi dan dunia industri yang semakin cepat. Sistem Informasi: Bukan Hanya Belajar Teknologi Ketua Program Studi Sistem Informasi UNIBI, Titan Parama Yoga, S.Kom., M.Kom., menegaskan bahwa mahasiswa Sistem Informasi perlu memiliki kemampuan yang lebih luas daripada sekadar memahami bagaimana teknologi bekerja. “Kami ingin mahasiswa Sistem Informasi mampu melihat teknologi sebagai alat untuk menyelesaikan persoalan. Mereka harus berani menemukan masalah, menggali peluang, kemudian mengubah sebuah ide menjadi solusi dan karya yang memiliki nilai. Inilah semangat yang ingin kami bangun melalui konsep Dari Ide Menjadi Dampak.” Perkembangan kecerdasan artifisial, analitik data, transformasi digital, cloud computing, bisnis digital, dan berbagai teknologi baru telah mengubah kebutuhan kompetensi lulusan perguruan tinggi. Karena itu, proses pembelajaran perlu semakin dekat dengan persoalan nyata dan kebutuhan pengguna. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menjadi pengguna teknologi, tetapi didorong berkembang menjadi problem solver, system analyst, digital innovator, business technologist, hingga technopreneur yang mampu menciptakan peluang melalui pemanfaatan teknologi informasi. Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Nyata Sekretaris Program Studi Sistem Informasi UNIBI, Acep Hendra, S.T., M.Kom., menyampaikan bahwa filosofi “Dari Ide Menjadi Dampak” diharapkan menjadi cara berpikir mahasiswa selama menjalani proses perkuliahan. “Ide yang baik tidak seharusnya berhenti menjadi tugas kuliah atau presentasi di kelas. Mahasiswa perlu dilatih untuk mengeksekusi gagasannya, menguji solusi, menerima umpan balik, kemudian mengembangkannya menjadi sesuatu yang benar-benar dapat digunakan. Teknologi harus menghadirkan manfaat. Karena itu, kami ingin membangun kultur dari learning, menuju creating, lalu menghasilkan impact.” Pendekatan tersebut akan terus diperkuat melalui pembelajaran berbasis proyek, studi kasus, pemecahan masalah, kolaborasi, pengembangan produk digital, riset, serta berbagai aktivitas yang mendorong mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Dengan demikian, ruang kelas bukan menjadi tujuan akhir pembelajaran, melainkan menjadi laboratorium lahirnya berbagai gagasan dan inovasi. Menumbuhkan DNA Technopreneur Semangat technopreneur tidak semata-mata dimaknai sebagai kewajiban setiap mahasiswa untuk mendirikan perusahaan. Lebih dari itu, mahasiswa dibangun agar mempunyai karakter seorang inovator: kritis melihat masalah, kreatif mencari solusi, adaptif terhadap perubahan, berani bereksperimen, mampu berkolaborasi, serta memiliki keberanian untuk mengeksekusi gagasan. Kompetensi teknologi kemudian dipadukan dengan pemahaman proses bisnis dan kemampuan manajerial yang menjadi karakter penting keilmuan Sistem Informasi. Dengan kombinasi tersebut, lulusan diharapkan mampu mengambil berbagai peran strategis di era transformasi digital, baik sebagai profesional teknologi dan bisnis maupun sebagai pencipta solusi dan usaha berbasis teknologi. IDE → INOVASI → EKSEKUSI → DAMPAK Empat kata tersebut menjadi spirit yang dibawa Prodi Sistem Informasi UNIBI dalam memasuki semester baru. Ide, karena setiap perubahan dimulai dari sebuah gagasan. Inovasi, karena gagasan perlu diterjemahkan menjadi solusi. Eksekusi, karena inovasi tidak akan memberikan manfaat apabila berhenti pada konsep. Dan Dampak, karena teknologi terbaik adalah teknologi yang mampu memberikan nilai bagi manusia, organisasi, bisnis, dan masyarakat. Memasuki semester baru, Prodi Sistem Informasi UNIBI optimistis membangun ekosistem akademik yang semakin kolaboratif dan relevan dengan perkembangan zaman. “Kami tidak hanya ingin mahasiswa lulus membawa ijazah. Kami ingin mereka lulus membawa kompetensi, pengalaman, portofolio, keberanian berkarya, dan pola pikir untuk menciptakan dampak.” Melalui semangat “Jadi Technopreneur Masa Depan — Dari Ide Menjadi Dampak”, Prodi Sistem Informasi UNIBI mengajak seluruh dosen dan mahasiswa memasuki semester baru bukan sekadar sebagai dimulainya kembali aktivitas perkuliahan, tetapi sebagai awal dari lahirnya ide-ide baru, karya baru, dan dampak baru.

...
Mahasiswa DKV UNIBI Meraih Prestasi Nasional Di Ajang Nusantara Packaging Experience Awards 2026

Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (UNIBI) kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan berdaya saing tinggi dan siap menjawab tantangan industri kreatif digital. Melalui program studi Desain Komunikasi Visual (DKV), mahasiswa UNIBI, Fadhlan Yasid Zulfa, berhasil menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Best Self Impact Award sekaligus menembus peringkat Top 20 Finalist pada ajang Nusantara Packaging Experience Awards (NPEA) 2026. Kompetisi desain kemasan tingkat nasional pertama di Indonesia yang mengintegrasikan storytelling dan teknologi Augmented Reality (AR) ini diselenggarakan oleh HOVARLAY Pte. Ltd., perusahaan Marketing Technology berbasis di Singapura. Mengusung tema “Oleh-Oleh Nusantara”, Fadhlan menghadirkan karya desain kemasan interaktif berjudul "Sale Pisang Kemanisan disetiap Perjalanan". Karya ini memanfaatkan teknologi AR berbasis web dari HOVARLAY untuk menghidupkan narasi warisan budaya dan kuliner lokal melalui sentuhan visual interaktif tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan. Dalam kompetisi yang diikuti oleh mahasiswa dari lebih dari 40 universitas dan politeknik se-Indonesia ini, karya Fadhlan dinilai langsung oleh juri profesional lintas negara di bidang kemasan, branding, dan AR—termasuk perwakilan dari Indonesian Packaging Federation, ADGI, hingga asosiasi VR/AR internasional. Selain memenangkan kategori Best Self Impact Award, karya ini juga berhasil melaju sebagai salah satu nominasi utama dalam kategori People's Choice Awards. Pencapaian ini mencerminkan visi UNIBI sebagai universitas berbasis teknologi informasi dan entrepreneurship. Melalui kolaborasi antara seni desain visual, kebudayaan lokal, dan penerapan teknologi AR interaktif, Fadhlan tidak hanya merancang wadah produk, melainkan menciptakan pengalaman (experience) bagi konsumen untuk mengenal lebih dekat identitas oleh-oleh Nusantara. Ke depan, Prodi DKV UNIBI berkomitmen untuk terus mendukung mahasiswa dalam menghasilkan karya berstandar industri yang berdampak nyata bagi penguatan UMKM lokal serta perkembangan ekonomi kreatif Indonesia.

LOKASI KAMI