Prodi Ilmu Komunikasi UNIBI Gelar FGD Kurikulum Berorientasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka ‘Perkasa’ Ilkom 2021

Rabu, 14 Juli 2021
Oleh : Administrator
Gambar Pertama Gambar Kedua

[UNIBI - 14/07/2021] Bertempat di Aula Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia, Forum Group Discussion (FGD) berkaitan dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ‘Perkasa’ yang dicanangkan oleh Prodi Ilmu Komunikasi UNIBI telah diselenggarakan Pada Kamis 1 Juli 2021. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.00 – 12.00 WIB dengan penuh antusiasme dari para peserta yang memberikan berbagai saran dan masukan untuk kemajuan Prodi Ilmu Komunikasi UNIBI khususnya yang berkenaan dengan pengembangan kurikulum.

 

   Hadir dalam kegiatan tersebut ketua Aspikom Korwil Jabar Dr. Hj. Ani Yuningsih, Msi., praktisi di bidang media massa Abie Besman, S.Sos., M.I.Kom., dan Aris Hermansyah, M.I.Kom., serta Lazuardi Ilham, M.I.Kom. sebagai praktisi di bidang komunikasi bisnis. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Komunikasi dan Desain UNIBI Diwan Setiawan, S.Ds., M.Sn., Kaprodi Ilmu Komunikasi UNIBI Shinta Hartini Putri, S.Sos., M.Si. beserta para dosen tetap, Agus Hadiyana sebagai pengguna lulusan, alumni, dan perwakilan mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UNIBI.

 

   Dalam penjelasannya, Kaprodi Ilmu Komunikasi UNIBI Shinta Hartini Putri, S.Sos., M.I.Kom. menyampaikan bahwa Kurikulum Berorientasi MBKM ‘Perkasa’ Ilkom 2021 terdiri dari program pertukaran mahasiswa, magang, dan penelitian. Atas dasar itulah terjadi perombakan kurikulum yang disesuaikan dengan konsep MBKM Kemendikbud dan kebutuhan industri 4.0. Penjelasan ini senada dengan masukan yang diberikan oleh ketua Aspikom Korwil Jabar Dr. Hj. Ani Yuningsih, Msi. yang menyampaikan bahwa program MBKM dibuat untuk memperkaya kemampuan lulusan saat nanti ia memasuki dunia industri. Hal ini bisa dilakukan dengan menentukan CPL yang tepat bagi lulusan dan ini berkaitan dengan bahan kajian yg dipilih untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa. Berkenaan dengan hal tersebut, para praktisi dan pengguna lulusan juga menyampaikan bahwa dunia industri menghadapi berbagai tantangan. Oleh karenanya, kurikulum yang tepat dapat memenuhi kebutuhan dalam menghadapi tantangan tersebut.

 

   Adapun output yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah pemahaman akan perlunya peningkatan kemampuan hard skill dan soft skill mahasiswa melalui kurikulum Berorientasi MBKM sehingga mahasiswa dapat dengan cepat beradaptasi saat mereka telah menyelesaikan pendidikannya dan mulai terjun ke dunia industri, baik sebagai tenaga kerja ataupun sebagai entrepreneur. Peningkatan kemampuan ini dapat dimaksimalkan dengan penyusunan kurikulum yang memiliki daya saing dalam menyikapi perkembangan zaman serta berbasis pada kebutuhan industri 4.0.