Communication Film Festival (COFFEST) 2019

Sabtu, 02 Februari 2019
Oleh : Admin Ilkom
Gambar Pertama

Pada hari Sabtu, 2 Februari 2019 Communication Film Festival (COFFEST) telah sukses menggelar festival film bertema kearifan lokal di Bandung Creative Hubyang diselenggarakan oleh mahasiswa/i Program Studi Ilmu Komunikasi. Festival film ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat lokal  khususnya pelajar yang ada di kota Bandung untuk lebih memperkuat apresiasi terhadap budaya Indonesia yang multikultural.

Untuk memilih karya terbaik dari sudut pandang sinematografi maupun ketepatan tema, COFFEST telah menggandeng  juri-juri yang sudah banyak memberikan sumbangsih terhadap perfilman di kota Bandung. Beberapa nama seperti Esa Hari Akbar, Badru Salam dan Renaldi Permana, dipercaya COFFEST sebagai dewan juri.

Proses penjurian yang menghasilkan 7 finalis dengan tiga nominasi, yang pertama yaitu nominasi  film dokumenter pendek fiksi terbaik dimenangkan oleh film dengan judul Pungkasaning Pangarep produksi FFTV Insitut Kesenian Jakarta. “Dari segi konten film ini sangat terasa sekali berpijak pada kearifan lokal dalam meramu sebuah cerita fiksi dengan penggarapan teknis visual yang sangat baik.” Tanggapan dari  Esa Hari Akbar.

Selain itu, Untuk nominasi   film dokumenter pendek non fiksi terbaik dewan juri menentukan pemenangnya, ialah garapan mahasiswa ISBI Bandung Produksi Film Tenggara dengan karyanya yang berjudul Huluwotan. Alasan juri memilih film ini karena film memberikan pesan moral yang mendidik ditengah pergaulan di masa millenial seperti ini. Dari unsur sinematik, sutradaran dan DOP mampu menggambarkan visual yang menarik untuk disaksikan oleh khalayak.

Terakhir, sebagai pemenang nominasi film dokumenter favorit penonton dengan jumlah pemungutan suara terbanyak dari 150 penonton dianugerahkan kepada karya yang berjudul Yang Akan Hilang produksi Boen dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.Ketiga pemenang nominasi tersebut menerima hadiah berupa uang tunai, sertifikat dan plakat.

Festival film yang terdapat 3 sesi  ini diadakan dengan harapan untuk menyampaikan nilai-nilai kebudayaan, edukasi serta hiburan. Pada sesi pertama setelah pemutaran film, COFFEST mengadakan sesi tanya jawab dengan satu juri yaitu Renaldi Permana dengan tujuan agar penonton dapat mengetahui lebih dalam tentang seni pembuatan film. Setiap penonton yang bertanya mendapatkan hadiah dari salah satu sponsor berupatas  Esgotado. Semoga festival film ini menjadi inspirasi bagi pelajar di Indonesia dan dapat terselenggara setiap tahunnya.

 

-Siti Maryati-